Minggu, 20 September 2015

PENEMU URUTAN ANGKA 0-9



Dialah Muhammad bin Musa Al Khawarizmi seorang ilmuan muslim ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia dilahirkan pada tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad. Beliau juga disebut sebagai bapak Aljabar berkat buku pertamanya yang berjudul al-jabar yang membahas solusi sistematik dari linier dan notasi kuadrat. Pada mulanya sebelum angka terbentuk seperti sekarang, orang-orang india telah mengenal angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9. Seiring berjalannya waktu orang india mengajarkan angka ini pada orang Persia yang berada di India, lalu sebagian dari mereka membawa ilmu ini kembali ke negaranya, dan mereka mengajarkan kepada bangsa Arab. Setelah bangsa Arab mengenal angka-angka ini kemudian dikembangkan oleh kebudayaan islam di Baghdad sehingga angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9 lebih dikenal sebagai angka hindu-arab, Bentuk angka-angka itu dimodifikasi di saat mereka diteruskan, dan mencapai bentuk Eropanya (bentuk yang sekarang) pada saat mencapai Afrika Utara. Dari sana, penggunaan mereka menyebar ke Eropa pada Abad Pertengahan. Penggunaan Angka Arab tersebar ke seluruh dunia melalui perdagangan, buku dan kolonialisme Eropa. Saat ini, Angka Arab adalah simbol representasi angka yang paling umum digunakan di dunia.
Dahulu (dan sampai sekarang) digit-digit tersebut masih dipergunakan oleh orang Arab barat semenjak dari Libya hingga ke Maroko. Di sisi lain, orang-orang Arab menyebut sistem tersebut dengan nama “Angka Hindu”, yang mengacu pada asal mereka di India. Namun demikian, angka ini tidak boleh dirancukan dengan “Angka Hindu” yang dipergunakan orang-orang Arab di Timur Tengah , yang disebut dengan nama lain Angka Arab Timur; atau dengan angka-angka lain yang saat ini dipergunakan di India (misalnya angka Dewanagari atau bisa dilihat pada baris bilangan Hindu. 

Dari tabel diatas kita menjadi tahu bahwa angka yang kita pakai sehari –hari awalnya bukanlah berasal dari Arab, tetapi dari India. Itulah alasan mengapa meskipun semua tulisan Arab ditulis dari kanan ke kiri tetapi tidak begitu halnya dalam menulis angka pada penomoran AlQuran, penomoran halaman pada Al Quran tetap dari kiri ke kanan.




sumber:
https://baliems.wordpress.com/2010/03/20/sejarah-angka-arab-ternyata-bukan-dari-arab/
http://yafi20.blogspot.com/2010/10/sejarah-dan-penemu-angka-nol.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Mu%E1%B8%A5ammad_bin_M%C5%ABs%C4%81_al-Khaw%C4%81rizm%C4%AB
http://pengetahuan-inspirasi.blogspot.co.id/2015/01/ilmuwan-dan-sejarah-siapa-penemu-angka.html